Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Monday, 3 September 2012

Recycle Bin Pada Taskbar

Tips Windows 7

Apakah anda pernah berpikir atau bertanya-tanya, bagaimana jika icon Recycle Bin ada di taskbar? Bagi anda yang suka tampilan desktop nya simple atau polos tanpa icon shortcut tentunya pasti anda pernah berpikir seperti itu (termasuk saya). Kali ini saya akan memberikan tips bagaimana agar icon Recycle Bin tampil di Taskbar.

Recycle Bin pertama kali muncul pada Windows 95 sekitar 15 tahun yang lalu dan tidak hanya Recycle Bin saja tetapi fitur-fitur baru lainnya pun muncul salah satunya kemampuan drag and drop. Namun, dengan seiring berjalannya waktu dan perkembangan sistem operasi, metode untuk menghapus file tidak hanya menggunakan kemampuan drag and drop saja melainkan dengan menekan tombol Delete. Paling sering sih saya menggunakan tombol Delete, karena lebih praktis dibandingkan dengan drag and drop, anda cukup pilih file yang akan didelete lalu tekan tombol Delete pada keyboard atau yang paling umum pilih file lalu klik kanan dan pilih menu Delete.

Berikut ini adalah penjelasan dari saya cara membuat Recycle Bin pada Taskbar.

Pertama, icon Recycle Bin harus terlihat pada desktop. Jika tidak ada, tampilkan terlebih dahulu dengan cara klik kanan pada Desktop dan pilih Personalize.

Recycle Bin On Taskbar

Saat tampilan Personalize muncul, pilih Change Desktop Icons. Nanti anda akan melihat Desktop Icon Settings, dan pada kotak dialog Desktop centang Recycle Bin nya. Anda dapat menggunakan langkah-langkah ini untuk menghilangkan Recycle Bin.

Membuat Toolbar Recycle Bin

Sekarang, Anda akan membuat folder yang akan menjadi toolbar. Untuk memulainya, klik kanan pada desktop dan pilih New | Folder. Setelah folder baru muncul, beri nama Recycle Toolbar. Lalu, tarik icon Recycle Bin yang ada pada desktop dan drop pada folder Recycle Toolbar, seperti yang ditunjukkan pada gambar ini. Windows 7 akan membuat shortcut Recycle Bin otomatis di dalam Folder Recycle Toolbar. Setelah itu anda boleh menghilangkan icon Recycle Bin lagi jika anda mau, langkahnya sama seperti yang dijelaskan tadi.

Recycle Bin On Taskbar

Pindahkan folder Recycle Toolbar dari desktop ke My Documents, lalu Unlock Taskbar.

Recycle Bin On Taskbar

Caranya klik kanan pada Taskbar dan pilih Lock The Taskbar untuk menghilangkan tanda centang.

Recycle Bin On Taskbar

Recycle Bin On Taskbar

Sekarang, saatnya untuk menambahkan folder Recycle Toolbar kedalam Taskbar, klik kanan pada Taskbar lagi dan kali ini pilih Toolbars | New Toolbar.
Ketika anda melihat kotak dialog lalu cari dan pilih folder Recycle Toolbar, seperti yang ditunjukkan pada gambar ini.

Recycle Bin On Taskbar

Setelah anda mengklik tombol Select Folder maka Recycle Toolbar secara otomatis akan muncul dan ditambahkan ke Taskbar, seperti pada gambar ini.

Recycle Bin On Taskbar

Agar terlihat Icon Recycle Bin nya anda harus menghilangkan centang Show Text dan Show Title pada menu toolbar dengan cara klik kanan pada Toolbar (Toolbar yang berada pada Recycle Toolbar) seperti gambar ini.


Setelah anda hilangkan Show Text dan Show Title lalu pilih menu View | Large Icon pada menu Toolbar.


Selesai sudah kita membuat Recycle Bin pada Taskbar, hasil yang tadi akan muncul seperti yang ditunjukkan pada gambar ini.

Recycle Bin On Taskbar

Anda sekarang dapat melakukan drag and drop file pada icon Recycle Bin yang ada pada taskbar. Demikian tips dari saya, semoga tips ini bermanfaat. Jangan ragu juga untuk membaca tips-tips lain dan juga tutorial yang ada di blog ini.

Friday, 31 August 2012

Cara Merubah dan Mengedit Logon Windows 7

Tips Windows 7 - Rubah dan Edit Logon Wallpaper

Sementara ini sepertinya saya lagi banyak bereksperimen di Windows 7, karena masih banyak fitur-fitur dan trik-trik yang banyak belum saya tau. Kali ini saya akan mencoba memberikan tips cara merubah dan mengedit layar logon Windows 7 anda. Selama ini saya pikir hanya menggunakan program saja yang mampu merubah Wallpaper Windows Logon seperti program yang biasa saya gunakan Tuneup Utilities, tetapi setelah dilihat-lihat ternyata Wallpaper Windows Logon bisa dirubah menggunakan Regedit. Langsung saya mulai saja cara merubah dan mengedit layar logon Windows 7.

Beberapa program banyak hadir untuk memenuhi kebutuhan anda dimana mereka menjelaskan bagaimana cara pengoperasiannya dengan menggunakan program tersebut. Contohnya seperti LogonStudio dari Stardock lalu yang sering saya gunakan Tuneup Utilities dan masih banyak lagi program lainnya.

Saat saya sedang otak-atik registry, secara tidak sengaja saya menemukan titik terang bahwa wallpaper layar logon dapat dirubah dengan mudah menggunakan regedit, tentunya setelah anda tahu langkah-langkahnya dan jika anda sudah tau langkah-langkahnya anda tidak perlu dan membutuhkan lagi software untuk merubah logon windows anda. Berikut ini adalah cara-cara untuk melakukannya.

Pertama buka Registry Editor (Regedit)
Proses gampang, cukup ketik regedit pada kolom pencarian atau anda bisa lakukan dengan menggunakan shortcut windows yaitu Logo Windows pada keyboard + R untuk memanggil RUN lalu ketikkan regedit.

ilmu-komputergratis.blogspot.com

*Catatan: Mengedit Registry Windows sangat berisiko, jadi pastikan anda mem-backup registry terlebih dahulu sebelum melakukan perubahan.

Setelah Registry Editor muncul, pilih HKEY_LOCAL_MACHINE lalu klik kanan dan pilih perintah Find atau anda bisa lakukan dengan menggunakan Shortcut Ctrl+F3. Setelah kotak dialog Find muncul, ketikkan OEMBackground lalu hilangkan centang pada Keys dan Data seperti gambar ini.

Rubah Logon Windows 7 (1)

Jika anda tidak menemukannya langsung saja anda menuju ke sini :

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Authentication\LogonUI\Background

Lalu setelah anda melihat OEMBackground klik 2x pada file tersebut maka akan muncul kotak dialog Edit DWORD, ganti nilai data dari 0 menjadi 1, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini.

Rubah Logon Windows 7 (2)

*Catatan : Jika OEMBackground tidak ada, maka anda harus membuatnya terlebih dahulu dengan cara pilih menu Edit atau klik kanan pada kolom yang kosong, lalu pilih New | DWORD (32-bit).

Rubah Logon Windows 7 (3)

Langkah kedua sekarang adalah anda harus membuat beberapa folder. Langsung saja menuju Windows Explorer. Kemudian arahkan ke C:\Windows\System32\oobe. Setelah Anda mengakses folder oobe, buatlah folder disana dan beri nama folder tersebut info.



Kemudian buka folder info, bikin Folder Baru lagi, lalu beri nama folder tersebut dengan nama backgrounds.


Selesai sudah. Anda dapat menggunakan gambar apa saja yang anda inginkan untuk wallpaper logon anda.

*Catatan : Perlu diingat gambar harus format JPG, dan nama file harus backgroundDefault.jpg. Ukuran file backgroundDefault.jpg tidak boleh lebih dari 256 KB dan usahakan gambar memiliki resolusi yang sesuai dengan monitor anda atau gambar dengan resolusi besar misalkan 1280x1024. Karena jika anda memasukan gambar yang resolusinya kecil atau lebih kecil maka gambar akan kacau saat tampil di logon.

Satu lagi untuk memperindah logon dengan menampilkan effect Shadow agar terlihat 3D pada tombol dan teks yang digunakan untuk mengidentifikasi akun pengguna. Tetapi itu juga tergantung pada wallpaper anda juga, effect shadow ini mungkin tidak bekerja dengan baik jika anda tidak sesuaikan dengan wallpaper yang anda gunakan.

Untuk mengubah atau mengatur Shadow, buka kembali Registry Editor lalu masuk ke :

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Authentication\LogonUI folder

Setelah Anda membuka folder LogonUI, anda harus membuat DWORD baru dengan nama ButtonSet.
Kemudian anda dapat mengkonfigurasi value shadow dengan menetapkan nilai data ke salah satu nomor berikut :

0 - Light Shadow
1 - Dark Shadow
2 - No Shadow

Bagaimana, apakah cukup jelas tips cara merubah dan mengedit logon pada windows 7? Mudah-mudahan jelas ya.. :D
Sekian dulu tips dari saya, semoga tips ini bermanfaat untuk anda. Kunjungi juga tips mematikan fungsi snap pada windows 7 jika anda berkenan.

Thursday, 30 August 2012

Mematikan Fungsi Snap Windows 7

Tips and Logo Windows 7

Dengan diperkenalkannya fungsi Snap pada Windows 7, kita sekarang memiliki cara yang baru dalam mengelola dan mengatur windows yang terbuka termasuk tampilan desktop. Tetapi kadang beberapa orang tidak menyukai fitur Snap ini mungkin karena sedikit agak ribet, karena setiap jendela window ditarik ke sudut layar maka jendela yang tadi ditarik akan otomatis berubah ukurannya dan menyesuaikan ukuran dengan lokasi tersebut. Berikut ini adalah tips bagaimana cara mematikan fungsi Snap pada Windows 7.

Sedikit penjelasan tentang Fitur Snap dari saya. Fungsi dari fitur Snap ini adalah memungkinkan anda untuk mengatur jendela atau window yang terbuka, termasuk memaksimalkan dan mengubah ukuran sesuka anda. Hanya dengan menyeret dan menjatuhkan (Drag & Drop) jendela ke tepi yang berbeda dari layar. Ketika jendela diseret ke posisi yang benar, efek yang berasal dari kursor akan terlihat dan anda pun akan melihat garis animasi window langsung muncul di posisi yang baru. Setelah anda melepas tombol mouse, maka windows akan snap ke lokasi tersebut.

Sebagai contoh, anda dapat memaksimalkan window dengan mengklik dan menyeret bar judul ke atas layar. Untuk mengembalikan jendela yang sudah dimaksimalkan, cukup klik dan drag bar judul ke tengah layar. Untuk posisi jendela pada setengah dari layar, klik dan drag bar judul ke sisi kiri atau kanan layar. (Semakin jauh anda tarik ke sisi kanan atau kiri dari judul bar, maka semakin cepat snap terjadi.) Untuk meregangkan jendela yang ada di tengah-tengah layar sehingga membentang dari atas ke bawah, anda cukup melakukan klik dan tarik ke bawah atau ke atas tepi dan tarik ke bagian bawah atau atas layar.

Sementara banyak dari kita berpikir bahwa Snap adalah fitur yang mengagumkan, banyak juga orang yang berpikir fitur snap adalah fitur yang menjengkelkan. Kabar baik bagi mereka yang tidak suka dengan fitur snap ini karena saya akan memberikan tips cara menonaktifkan fungsi Snap.

Pertama-tama mulailah dengan mengklik tombol Start dan ketik Snap di kotak Pencarian/Search.
Anda akan melihat hasil dari pencarian yang berjudul Turn Off Automatic Window Arrangement seperti gambar ini.

Tips Menonaktifkan Fungsi Snap

Pilih atau klik, lalu anda akan melihat tampilan seperti ini.

Tips Menonaktifkan Fungsi Snap

Lalu Pilih atau centang Prevent Windows From Being Automatically Arranged When Moved To The Edge Of The Screen.

Tips Menonaktifkan Fungsi Snap

Jika sudah anda klik centang nya jangan lupa untuk di Apply atau OK. Dan lihat hasilnya, sekarang fungsi snap pada windows 7 anda telah mati atau nonaktif.

Demikian tips tentang mematikan fungsi snap pada windows 7 dari saya semoga tips ini bermanfaat, jangan ragu juga untuk membaca tips-tips komputer lainnya disini.

Sunday, 26 August 2012

Cara Mengetahui Kelamin Komputer

Tips Mengetahui Kelamin Komputer


Lagi jalan-jalan gak sengaja saya menemukan tips cara mengetahui kelamin komputer ini, pasti anda semua bingung apa benar komputer memiliki kelamin? Mari kita buktikan apa jenis kelamin komputer atau laptop anda.

Langkah-langkah yang harus dilakukan :
  1. Dengan tampilan dekstop, Buka Notepad.
  2. Isi dengan kode ini CreateObject("SAPI.SpVoice").Speak"I Love You".
  3. Save file tersebut dengan nama apa saja bebas terserah anda, Contoh : xyz.vbs
  4. Klik dua kali file yang tadi dibuat (Pastikan volume speaker keras).
  5. Jika file tersebut jalan atau berfungsi, maka terdengar seseorang menyapa.
  6. Jika yang menyapa suara wanita maka komputer anda berjenis kelamin perempuan dan begitu juga sebaliknya.
Bagaimana, penasaran? Silahkan anda coba dan buktikan apa jenis kelamin komputer anda. Jika sudah terbukti jangan lupa komen ya.. :-P


*Source : Forum.Indogamers

Monday, 13 August 2012

Printer Error

Troubleshoot Printer

Selama menggunakan printer, apakah anda pernah menemui printer error seperti ini ?
  • Printer tidak dapat mencetak.
  • Printer kelihatan mencetak, namun tidak ada sesuatu yang tertulis diatas kertas.
  • Halaman cetakan tidak lengkap atau karakter yang dicetak aneh.
  • Lampu indikator hanya berkedip-kedip terus saat diberikan perintah mencetak.
  • Kertas tidak dapat masuk ke printer sebagaimana mestinya.
  • Kertas tidak dapat keluar dari printer.
  • Hasil cetakan bergaris -garis.
  • Beberapa fitur yang dijanjikan oleh produsen printer tidak dapat bekerja.
  • Printer menjadi lambat dalam mencetak.
  • Font yang tercetak tidak sama dengan yang tampil di layar monitor.
Bila pernah menemui masalah-masalah seperti diatas, mungkin tips-tips berikut ini dapat anda gunakan sebelum anda memutuskan untuk membawa printer anda ke bengkel.

1. Printer tidak dapat mencetak.
Ada beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan printer tidak dapat mencetak. Anda dapat mulai untuk memeriksa hal-hal berikut:
  1. Periksa koneksi printer dengan jaringan listrik. Pastikan kabel power printer telah dicolokkan ke konektor (stop kontak) listrik dengan sempurna .
  2. Pastikan saklar “on-off” printer atau tombol switch printer dalam posisi “on”. Permasalahan yang diakibatkan oleh tidak adanya power untuk printer ini biasanya ditandai dengan tidak menyalanya LED (lampu indikator) dari printer tersebut, selama printer menggunakan LED untuk indikator power.
  3. Periksa sambungan kabel data printer, apakah sudah terhubung dengan port pararel / port USB di komputer dengan benar.
  4. Cobalah untuk menggunakan kabel data printer yang lain (pinjam teman) sebagai percobaan. Pernah terjadi kasus yang diakibatkan oleh putusnya tembaga dari salah satu kabel data di tengah-tengah kabel sehingga data dari komputer tidak dapat sampai ke printer.
  5. Apabila anda menggunakan sistem operasi Microsoft® Windows, dan anda menggunakan printer yang terhubung ke port pararel di komputer anda, coba jalankan perintah yang dicetak tebal berikut ini di jendela MSDOS Prompt: C:\>dir >>LPT1
  6. Maksud dari perintah diatas adalah untuk membelokkan hasil tampilan perintah “dir” (perintah untuk penampilkan daftar isi dari suatu direktori) dari yang seharusnya ke monitor namun dialihkan ke port pararel komputer.
  7. Pastikan anda telah melakukan instalasi driver untuk printer tersebut.
  8. Pastikan anda telah memilih driver yang tepat untuk printer yang anda gunakan.
  9. Pastikan anda telah memilih port yang tepat untuk printer anda. Lihat opsi ini melalui menu printer poperties.
  10. Coba gunakan aplikasi teks editor standard untuk sistem operasi anda untuk mencetak sesuatu (misalnya notepad). Jika aplikasi teks editor anda dapat mencetak, maka kemungkinan besar kesalahan bukan pada printer anda.
  11. Cobalah untuk merubah setting printer anda menjadi “Default Printer” atau cobalah untuk melakukan instalasi ulang driver untuk printer anda dengan nama printer yang lain dan ubahlah instalasi baru tersebut sebagai “Default Printer”.
  12. Pastikan anda memiliki space hardisk yang mencukupi. Kadang jika buffer tidak cukup maka data tidak dapat dikirim ke printer dengan sempurna.
  13. Cobalah untuk merubah setting “spooler” untuk printer anda melalui menu properties printer. Fitur “spooler” ini digunakan dengan tujuan agar anda tetap dapat menjalankan aplikasi ketika dilakukan pencetakan dokumen.
  14. Cek apakah ada resource yang konflik dengan port yang digunakan oleh printer anda. Gunakan bantuan “hardware troubleshooter” apabila terjadi konflik.
Kasus ini mungkin juga disebabkan oleh port komputer anda yang bermasalah. Untuk mengetahuinya, apabila langkah-langkah diatas sudah anda lakukan namun tidak menemukan “titik terang”, cobalah untuk memindah koneksi port printer anda ke port lain (misal USB1 ke USB3) atau cobalah printer anda di komputer lain.

2. Printer kelihatan mencetak, namun tidak ada sesuatu yang tertulis diatas kertas.
Kasus ini umumnya disebabkan oleh kosongnya tinta atau toner printer atau habisnya karbon yang ada di pita printer anda. Cobalah untuk mengganti tinta, toner atau pita printer dengan yang baru. Jangan lupa untuk memeriksa apakah ada sesuatu yang menghalangi head dengan kertas (misalnya plastik segel pada printer baru). Ada kasus pada printer yang menggunakan tinta, dimana tinta yang masih berada di head printer telah kering karena printer lama tidak digunakan sehingga terjadi penyumbatan.Khusus untuk printer yang headnya dapat dilepas dengan mudah, masalah ini kadang dapat diselesaikan dengan cara yang sederhana berikut:
  1. Lepaskan head dan catridge dari printer.
  2. Pisahkan catridge tinta dari head.
  3. Pastikan anda tidak memegang -megang rangkaian elektronik yang ada disekitar head printer yang telah anda lepas karena dapat merusakkannya.
  4. Ambil air panas, tuangkan dalam mangkok.
  5. Celupkan ujung head ke dalam air panas yang ada dalam mangkok. Perhatikan jangan sampai air menyentuh rangkaian elektronika yang ada di sekitar head karena dapat merusakkannya !!
  6. Goyang-goyangkan head tersebut hingga tinta yang ada di dalam head mencair.
  7. Ulangi langkah pencelupan (4 hingga 6) diatas dengan air panas yang baru hingga air panas yang baru tetap bening (tidak terkontaminasi tinta yang keluar dari head).
  8. Keringkan head dengan kain yang halus hingga benar-benar kering.
  9. Satukan kembali catridge tinta dengan head. Disarankan untuk menggunakan catridge yang masih baru.
  10. Pasang kembali head dan catridge ke printer dan cobalah untuk mencetak.
Untuk memudahkan pemahaman, ilustrasi berikut adalah gambaran langkah ke 4 hingga langkah ke 6 dari petunjuk diatas:
Tips Printer Error

Bila anda telah mela kukan langkah -langkah pembersihan head seperti diatas namun hasilnya tetap sama, kemungkinan penyumbatan terjadi hingga bagian pipa penyaluran tinta. Bila hal ini terjadi, cobalah untuk menguapi saluran tinta head dengan uap panas hingga kira-kira tinta yang ada di dalam pipa mencair, kemudian ulangi langkah pembersihan head seperti diatas.

3. Halaman cetakan tidak lengkap atau karakter yang dicetak aneh.
Kasus ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Coba ikuti petunjuk berikut :
  1. Periksa hubungan printer dengan komputer, apakah hubungannya sudah sempurna.
  2. Periksa kabel data yang anda gunakan. Cobalah mengganti dengan kabel data yang lain (jangan langsung beli, pinjam teman dulu kabel data untuk memastikan kerusakan ini agar anda tidak rugi).
  3. Periksa pula driver yang anda gunakan untuk printer, apakah sudah sesuai atau belum. Bila perlu, update atau install ulang driver dengan versi terbaru yang dikeluarkan secara resmi oleh perusahaan pembuat printer.
  4. Periksa apakah dokumen atau data yang anda cetak rusak. Kesalahan pembacaan data yang disebabkan oleh kerusakan data dapat mengakibatkan hasil cetakan tidak lengkap atau karakter yang dicetak tidak lengkap.
  5. Pastikan pengaturan halaman pada aplikasi yang anda gunakan telah benar.
  6. Pastikan anda masih memiliki kapasitas hardisk dan memori yang cukup untuk menuliskan buffer data.
  7. Periksa apakah printer anda memerlukan suatu prosedur maintenance pada saat tertentu.
Untuk tipe printer tertentu, mungkin saja anda perlu untuk mengatur ulang setting printer anda setelah periode pemakaian tertentu.

4. Lampu indikator hanya berkedip-kedip terus saat diberikan perintah mencetak.
Ada beberapa kemungkinan yang dapat menjadi penyebab hal ini seperti:
  1. Catridge printer belum terpasang atau belum terpasang dengan sempurna.
  2. Posisi pemasangan catridge tidak tepat.
  3. Catridge yang dipasang pada printer tidak cocok untuk printer tersebut.
  4. Tidak ada kertas di printer.
  5. Setelah kertas yang dimuat belum ditekan tombol kertas masuk/resume.
  6. Ada kertas yang tersumbat (nyangkut) di dalam printer.
  7. Periksa apakah “pintu” printer telah ditutup dengan sempurna.
Jika kemungkinan diatas tidak ada yang sesuai untuk mengatasi masalah anda, cobalah untuk mematikan printer beberapa saat dan kemudian menghidupkannya kembali.

5. Kertas tidak dapat masuk ke printer sebagaimana mestinya.
Silakan mencoba petunjuk berikut untuk mengatasi masalah ini:
  1. Cobalah untuk memuat ulang kertas ke dalam printer.
  2. Bila ada, atur switch pilihan ukuran kertas sesuai dengan ukurannya.
  3. Periksa kemungkinan terlalu banyaknya le mbaran kertas yang termuat.
  4. Periksa apakah kertas dalam kondisi baik, tidak berkeriput atau melengkung.
  5. Periksa apakah ukuran kertas adalah sama untuk setiap lembarnya.
  6. Periksa apakah ada kertas lain yang tersumbat di dalam printer.
  7. Periksa apakah “pintu” printer sudah tertutup dengan sempurna.
6. Kertas tidak dapat keluar dari printer.
Untuk melepaskan kertas yang tersumbat (nyangkut) di dalam printer, ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Matikan power printer.
  2. Lepaskan kabel power printer dari konektor (stop kontak) listrik.
  3. Keluarkan kertas dari penampan (bila ada).
  4. Buka pintu printer.
  5. Apabila dimungkinkan, lepaskan pintu printer dengan menarik pegangan di kedua sisinya kemudian angkat keatas.
  6. Buka pemisah kertas (bila ada).
  7. Pegang kertas yang tersumbat itu di kedua sisinya dan tarik keluar pelan-pelan.
  8. Setelah kertas berhasil dikeluarkan, tutup kembali pemisah kertas (bila ada).
  9. Pasang kembali pintu printer.
  10. Tutup pintu printer.
  11. Masukkan kertas ke penampan dan cobalah untuk mencetak kembali.
7. Hasil cetakan bergaris-garis.
Untuk printer tinta, ada kemungkinan head printer kotor. Bersihkan head printer menggunakan cara penanganan kasus 2 diatas. Apabila tidak memecahkan masalah, cobalah ganti catridge tinta dengan yang baru dan biarkan semalaman, setelah itu coba gunakan lagi untuk mencetak. Untuk printer tipe dot-matrix, kasus ini kemungkinan disebabkan oleh adanya komponen penggerak head yang bermasalah. Pernah terjadi kasus seperti ini pada printer dot-matrik yang disebabkan oleh matinya salah satu transistor penggerak head. Pernah pula kasus ini disebabkan oleh rusaknya kabel data yang mengirimkan informasi ke head printer. Kalau kasus ini terjadi, mau tidak mau anda harus membawa printer dot-matrix anda ke tukang servis untuk mengganti komponen yang ada, kecuali anda paham tentang elektronika.

8. Beberapa fitur yang dijanjikan oleh produsen printer tidak dapat bekerja
Pastikan anda menggunakan driver printer yang dikeluarkan secara resmi oleh produsen pembuat printer untuk printer anda. Pastikan pula driver tersebut dirancang untuk sistem operasi yang anda gunakan. Cobalah untuk menggunakan versi terbaru dari driver yang dikeluarkan. Pastikan pula anda telah memenuhi syarat yang diajukan oleh produsen printer untuk menggunakan suatu fitur tertentu agar tidak terjadi printer error.

9. Printer menjadi lambat dalam mencetak.
Kasus ini kebanyakan disebabkan karena penuhnya memori, baik memori komputer maupun memori yang ada di dalam printer. Coba ikuti langkah-langkah berikut untuk mengatasi masalah ini:
  1. Bila anda menggunakan sistem operasi Microsoft® Windows XP/2000/NT, pastikan anda masih memiliki sisa ruang hardisk sekurang-kurangnya 120 MB.
  2. Pastikan anda tidak menjalankan aplikasi lain yang menghabiskan memori.
  3. Pastikan komputer anda bersih dari “virus” komputer.
  4. Periksa kembali konfigurasi printer anda.
  5. Cobalah untuk melakukan defragmentasi hardisk.
  6. Bila hal ini tidak memecahkan masalah, cobalah untuk membandingkan kecepatan mencetak dari printer anda di komputer lain. Apabila di komputer lain ternyata bisa lebih cepat, kemungkinan komponen-komponen mainboard yang menangani komunikasi antara komputer dengan printer anda sudah mulai “aus”.
10. Font yang tercetak tidak sama dengan yang tampil di layar monitor.
Apakah anda menggunakan “True Type Font”? Penggunaan jenis font tersebut akan menghasilkan cetakan yang sama dengan apa yang ada pada layar. Cobalah untuk mengganti font yang anda gunakan dengan font yang berjenis “True Type Font”. Periksa pula apakah file font yang anda gunakan tersedia di komputer anda. Apabila anda menggunakan printer yang berjenis postscript, matikan opsi penggantian “True Type Font” dengan “PostScript Font” melalui menu “Printer Preferences”. Pastikan pula driver printer anda tidak bermasalah. Cobalah untuk melakukan instalasi ulang driver menggunakan nama yang berbeda atau update driver anda.

*Source : IlmuKomputer

Sunday, 12 August 2012

Komputer Lambat

Komputer Lelet dan Lemot

Keluhan apa sih yang paling sering ditemukan dalam kantoran yang mungkin cukup membosankan bagi para IT khususnya Technical support? Pada umumnya mereka bagian Technical Support menanggapi masalah misalnya seperti “Komputer saya Lambat” begitulah kira-kira kalimat yang sering dilontarkan para pengguna komputer, dan sudah pasti kita harus memperbaikinya. Itu mungkin menjadi suatu hal yang sangat membosankan untuk ditanggapi karena saking seringnya, kadang kita pun menjawab “upgrade atau ganti aja”, walaupun kita tahu bukan itu jawaban yang tepat sebenarnya. Karena para pengguna tidak mengetahui apa yang dilakukannya, otomatis kita harus mencari penyebabnya, dan karena saking stressnya pun kita langsung mengambil langkah untuk menginstall ulang komputernya, dari pada repot mencari-cari permasalahanya, dan itu justru akan memakan waktu lebih banyak. Nah, kali ini saya akan memberikan tips yang harus kita perhatikan untuk menanggapi masalah “Komputer saya Lambat!”

1. Spyware dan Virus yang paling top untuk menganalisa PC yang lambat, karena bagian ini yang paling mudah dimasuki dan banyak user yang berinteraksi denganya (secara tidak langsung), spyware berasal dari banner-banner dan iklan-iklan di suatu halaman web yang mulai beraksi saat kita mengakses halaman/banner tersebut melalui sebuah browser yang memiliki celah keamanan yang tidak bagus, sehingga spyware ini sangat dekat dengan IE, karena IE adalah teman baik untuk spyware, karena spyware juga bisa memungkinkan untuk menginstall program didalam HDD kita secara silent, langkah awal, gunakanlah Google Chrome atau Firefox! Secara garis besar langkah dasar untuk menghapus spyware seperti ini:
  • Indentifikasi dan analisa process yang sedang berjalan dengan windows taskmanager.
  • Identifikasi dan non aktifkan service yang bersangkutan melalui management console.
  • Identifikasi dan non aktifkan service yang ada di startup item dengan sistem configuration utilty.
  • Cari dan hapus entry di registry yang ada pada startup.
  • Identifikasi dan hapus file yang mencurigakan.
  • Install dan gunakan spyware detection dan removal.
2. Processor Overheating, kebanyakan prosesor mudah menghasilkan panas, sehingga prosesor masa kini membutuhkan pendingin khusus dan jenis fan khusus, jadi pada saat temperatur prosesor meningkat melampaui batas, sistem akan melambat dan segala proses yang sedang bekerja akan berjalan lambat, jika anda penasaran silahkan cek di bios karena motherboard dapat memonitor dan mengatur temperatur prosesor. Penyebab kipas prosesor menjadi jelek :
  • Debu yang menghambat perputaran kipas.
  • Fan motor rusak.
  • Bearing fan ada yang doll atau longgar sehingga fan “jiggling”. Jiggling yang dimaksud adalah jika fan yang sedang berputar putar ada bunyi secara cepat maka bisa dikatakan kalau bearing fan sudah jelek dan fan harus diganti. Tetapi jika fan berdebu saja kita hanya perlu membersihkan debunya.
3. Ram Jelek, Beberapa situasi dapat juga karena pengaruh ram yang jelek, hal ini dikarenakan oleh:
  • RAM timing lebih lambat dari spesifikasi mesin yang optimal.
  • RAM yang memiliki nilai minor hanya bisa dilihat setelah melalui beberapa test.
  • RAM terlalu panas. Pada zaman ini banyak variasi RAM yang dapat kita gunakan dan kita beli, dan kita dapat menyesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan dari motherboard kita dan jangan lupa untuk mengatur kecepatan RAM dari bios. Hal buruk lainnya dalam RAM adalah masing-masing chipnya tidak semua bisa stabil sehingga akan menurunkan performa, sehingga ciri-ciri chip RAM yang tidak bagus adalah pc selalu lambat dan akhirnya bluescreen, jika kita menemukan RAM yang overheat kita bisa gunakan heatspreader untuk mengatasinya (saran saya, dari pada beli heatspreader RAM mending beli RAM baru yang lebih bagus saja).
4. Harddisk Fail, Jika harddisk sering mengalami failure, ini juga akan memperburuk performa komputer, dan jenis-jenis fail ini banyak penyebabnya, bisa sifatnya mekanis, elektronik, bahkan firmware nya yang tidak update, dari harddisk ini akan menyebabkan:
  • Akses time yang lambat.
  • Jumlah badsector yang terus meningkat saat di scandisk atau di chkdsk.
  • Ada bluescreen yang tidak terjelaskan.
  • Gagal Boot mendeteksi harddisk itu masih dalam keadaan bagus atau tidak itu gampang-gampang susah, biasanya paling sering di windows xp slalu muncul “Windows delayed write failure” saat harddisk mengalami kegagalan, nah disaat itulah kita mulai H2C (Harap-Harap Cemas) ada apa gerangan di harddisknya, pertama kita bisa melakukan scan dengan chkdsk, sampai kita memeriksa fisik harddisknya. Biasanya fisik harddisk dapat dilihat dari bunyinya, semakin berisik berarti menandakan komponen-komponen di dalamnya ada yang mulai longgar, kita bisa juga menggoyang goyang harddisk dan mendengarkan bunyinya, jika ingin menggunakan tools dan mengecek kondisi harddisk secara berkala kita bisa menggunakan tools HDDLife, ada yang gratis ada yang bayar. Jika ingin memperbaiki HDD yang badsector silahkan baca di Tips Memperbaiki HDD BadSector.
5. Bios Settings, Biasanya bios yang belum di custom setting nya akan mengalami proses perlambatan beberapa detik, khususnya pada saat booting, untuk itu kita harus meng-custom bios setting agar performa kerja proses boot bisa dipercepat, secara umum settingan bios yang harus diperhatikan adalah:
  • Boot langsung ke harddisk.
  • Disable IDE drive yang tidak terpakai.
  • Set speed latency RAM.
  • Matikan IO / IRQ perangkat onboard yang tidak dipakai.
  • Gunakan Fast POST.
6. Disk Type/Controller Compatibility, Hal ini terkadang dianggap spele, namun hal ini akan terasa saat kita menggunakan aplikasi yang akan menguras performa harddisk, biasanya motherboard sekarang sudah memiliki kontroler yang baik untuk Paralel ATA disk, namun kita harus memperhatikan kabel IDE nya, karena kabel ini memiliki beberapa spesifikasi tertentu, ada yang UDMA 33, 66, dan 100, kalau kita lihat secara fisik, bentuk kabelnya memiliki serabut yang halus halus dan banyak, sedangkan yang UDMA 33 serabutnya sedikit, jadi gunakanlah kabel yang memiliki spesifikasi yang tinggi untuk disk kita. dan jangan lupa, setiap 18 bulan pasti akan muncul disk dengan teknologi dan kapasitas terbaru jadi jangan lupa rencanakan untuk melakukan penggantian ini akan memberikan efek yang baik untuk kita. Selain itu jika motherboard yang digunakan saat ini adalah motherboard yang sudah dilengkapi dengan SATA Disk controler hal itu akan lebih baik lagi, karena SATA lebih cepat dibandingkan dengan PATA.

7. Windows Services, Secara default service yang di windows berjalan semua, walaupun secara langsung kita tidak tahu apakah kita membutuhkanya atau tidak, service tersebut bisa di akses dari control panel, administrative tools dan service, banyak service service yang tidak diperlukan yang bisa hentikan, dengan begitu kita bisa menghemat RAM yang terpakai di komputer dan otomatis komputer bisa berjalan lebih baik, beberapa service yang harus diperhatikan dan dimatikan jika kita tidak membutuhkanya adalah:
  • FTP.
  • Indexing Service.
  • Remote Registry.
  • Telnet.
  • Remote Access.
  • Remote Desktop.
  • Automatic Update.
8. Process yang invisible, Terkadang tanpa kita ketahui ada saja program yang berjalan di memory, padahal kita sudah tidak menggunakannya lagi atau bahkan kita sudah meng-uninstallnya namun programnya masih ada yang berjalan, untuk itu kita harus memperhatikan process apa saja yang sedang berlangsung di komputer kita dengan melihat task manager, dan kita bisa melakukan endtask atau kill, lalu kita bisa hapus .exe nya.

9. Disk Fragmentation, Sebagaimana karakteristik file dalam sebuah komputer pasti mengalami proses file tersebut di add, di edit, atau di hapus, hal tersebut dapat menyebabkan fragmentasi di beberapa area sektor harddisk, untuk itu kita perlu merapihkan data di komputer kita, yaitu dengan mendefrag nya. Jika kita menggunakan windows xp, kita bisa menggunakan defrag.exe dan meletakannya di schedule agar dapat berjalan pada waktu yang kita tentukan.

10. Background applications, Kalau kita perhatikan di systray (System Tray) saat kita klik arrow kirinya akan berderetlah icon yang banyak, semakin banyak icon yang terpasang di systray itu menyebabkan komputer semakin lambat merespon proses, karena memory banyak yang terpakai untuk proses itu, sehingga untuk itu kita perlu mematikannya atau menonaktifkan yang tidak diperlukan yaitu dengan mengakses kedua registry ini :

HKEY_ LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnce

Hapuslah key yang tidak diperlukan. Jika ada yang belum paham tentang registry silahkan baca Tutorial Registry Edit.

11. File System Issues, Beberapa isu file system mempengaruhi performa itu mungkin benar, jika kita menggunakan OS Windows NT 4.0, Windows 2000, atau Windows XP, seharusnya kita menggunakan NTFS File system, karena NTFS memiliki performa yang lebih baik daripada Filesystem sebelumnya misalnya FAT32, dimana FAT32 ini dari sisi performance dia hanya mampu menangani disk yang berkapasitas 40GB dengan ukuran cluster default, jika filesystem fat32 berjalan pada disk yang berukuran besar maka akan sering terjadi fragmentasi dan menurunnya performance pc. Format dan ukuran cluster juga berpengaruh, misalnya saja, kita mempunyai disk 80GB lalu memformat disk tersebut dengan ukuran cluster 512 bytes, hal ini akan menyebabkan disk akan memakai banyak cluster dimana harddisk akan sering melakukan track and seeknya, dan ini akan menjadi problematik saat harddisk pada saat disk mengalami framgentasi yang banyak, salah satu solusinya adalah menggunakan cluster yang lebih besar, misalnya saja 4K atau lebih besar, dari situ kita akan melihat pemberitahuan tentang improvement load times, dan perlu diketahui, semakin besar ukuran cluster akan signifikan meningkatkan jumlah space cluster slack dan akan banyak membuat disk space banyak yang terbuang. Kalau masih bingung silahkan baca tentang NTFS Vs FAT. Trik lain untuk melakukan tweaking dari NTFS ini adalah:

1. Tweak Variable NtfsDisable8dot3NameCreation, yang bisa ditemukan di:

HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Filesystem

Jika di set ke 1 maka ini akan menghentikan NTFS untuk menggenerate 8.3 file name convention, jika kita tidak membutuhkan model nama file lama, kita bisa menghentikan ntfs untuk tidak membuatnya.

2. Tweak Variable NtfsDisableLastAccess value yang bisa ditemukan di:

HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Filesystem

Ini adalah REG_DWORD entry, dan jika ini di set ke 1, maka ini akan mencegah NTFS untuk mengupdate date and time stamp, saat kita melakukan browsing file pada sebuah direktori, namun ini tidak akan menghalangi proses update file yang sedang di akses pada saat filenya di akses atau berubah.

Sekian dulu tips tentang komputer lambat dari saya, semoga bisa bermanfaat khususnya untuk para pemula yang ingin tahu lebih dalam tentang ilmu komputer.


*Source : Segala Sumber

Thursday, 9 August 2012

100 Shortcut Keyboard Pada Windows

100 Shortcut Keyboard Windows

Mungkin sebagian orang atau teman-teman atau bahkan anda sendiri sudah mengetahui hotkey atau shortcut atau jalan pintas pada keyboard. Nah, kali ini saya akan memberikan sedikit tips untuk anda bagi yang belum tahu hotkey atau shortcut keyboard yang dapat digunakan dalam windows. Berikut ini adalah kombinasi tombol keyboard (hotkey) yang berfungsi sebagai shortcut untuk membuka atau melakukan operasi di dalam sistem operasi windows.

1. CTRL+C (Copy)
2. CTRL+X (Cut)
3. CTRL+V (Paste)
4. CTRL+Z (Undo)
5. DELETE (Delete)SHIFT+DELETE (Delete the selected item permanently without placing the item in the Recycle Bin)
6. CTRL+SHIFT while dragging an item (Create a shortcut to the selected item)
7. F2 key (Rename the selected item)
8. CTRL+RIGHT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next word)
9. CTRL+LEFT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous word)
10. CTRL+DOWN ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next paragraph)
11. CTRL+UP ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous paragraph)
12. CTRL+SHIFT with any of the arrow keys (Highlight a block of text)
13. CTRL+A (Select all)
14. F3 key (Search for a file or a folder)
15. ALT+ENTER (View the properties for the selected item)
16. ALT+F4 (Close the active item, or quit the active program)
17. ALT+ENTER (Display the properties of the selected object)
18. ALT+SPACEBAR (Open the shortcut menu for the active window)
19. CTRL+F4 (Close the active document in programs that enable you to have multiple documents open simultaneously)
20. ALT+TAB (Switch between the open items)
21. ALT+ESC (Cycle through items in the order that they had been opened)
22. F6 key (Cycle through the screen elements in a window or on the desktop)
23. F4 key (Display the Address bar list in My Computer or Windows Explorer)
24. SHIFT+F10 (Display the shortcut menu for the selected item)
25. ALT+SPACEBAR (Display the System menu for the active window)
26. CTRL+ESC (Display the Start menu)
27. ALT+Underlined letter in a menu name (Display the corresponding menu)
28. F10 key (Activate the menu bar in the active program)
29. RIGHT ARROW (Open the next menu to the right, or open a submenu)
30. LEFT ARROW (Open the next menu to the left, or close a submenu)
31. F5 key (Update the active window)
32. BACKSPACE (View the folder one level up in My Computer or Windows Explorer)
33. ESC (Cancel the current task)
34. SHIFT when you insert a CD-ROM into the CDROM drive (Prevent the CD-ROM from automatically playing)
35. CTRL+TAB (Move forward through the tabs)
36. CTRL+SHIFT+TAB (Move backward through the tabs)
37. TAB (Move forward through the options)
38. SHIFT+TAB (Move backward through the options)
39. ALT+Underlined letter (Perform the corresponding command or select the corresponding option)
40. ENTER (Perform the command for the active option or button)
41. SPACEBAR (Select or clear the check box if the active option is a check box)
42. Arrow keys (Select a button if the active option is a group of option buttons)
43. F1 key (Display Help)
44. F4 key (Display the items in the active list)
45. BACKSPACE (Open a folder one level up if a folder is selected in the
46. Windows Logo (Display or hide the Start menu)
47. Windows Logo+BREAK (Display the System Properties dialog box)
48. Windows Logo+D (Display the desktop)
49. Windows Logo+M (Minimize all of the windows)
50. Windows Logo+SHIFT+M (Restore the minimized windows)

100 Shortcut Keyboard Windows

51. Windows Logo+E (Open My Computer)
52. Windows Logo+F (Search for a file or a folder)
53. CTRL+Windows Logo+F (Search for computers)
54. Windows Logo+F1 (Display Windows Help)
55. Windows Logo+ L (Lock the keyboard)
56. Windows Logo+R (Open the Run dialog box)
57. Windows Logo+U (Open Utility Manager) Accessibility Keyboard Shortcuts
58. Right SHIFT for eight seconds (Switch FilterKeys either on or off)
59. Left ALT+left SHIFT+PRINT SCREEN (Switch High Contrast either on or off)
60. Left ALT+left SHIFT+NUM LOCK (Switch the MouseKeys either on or off)
61. SHIFT five times (Switch the StickyKeys either on or off)
62. NUM LOCK for five seconds (Switch the ToggleKeys either on or off)
63. Windows Logo +U (Open Utility Manager)
64. END (Display the bottom of the active window)
65. HOME (Display the top of the active window)
66. NUM LOCK+Asterisk sign (*) (Display all of the subfolders that are under the selected folder)
67. NUM LOCK+Plus sign (+) (Display the contents of the selected folder)
68. NUM LOCK+Minus sign (-) (Collapse the selected folder)
69. LEFT ARROW (Collapse the current selection if it is expanded, or select the parent folder)
70. RIGHT ARROW (Display the current selection if it is collapsed, or select the first subfolder)
71. RIGHT ARROW (Move to the right or to the beginning of the next line)
72. LEFT ARROW (Move to the left or to the end of the previous line)
73. UP ARROW (Move up one row)
74. DOWN ARROW (Move down one row)
75. PAGE UP (Move up one screen at a time)
76. PAGE DOWN (Move down one screen at a time)
77. HOME (Move to the beginning of the line)
78. END (Move to the end of the line)
79. CTRL+HOME (Move to the first character)
80. CTRL+END (Move to the last character)
81. SPACEBAR (Switch between Enlarged and Normal mode when a character is selected)
82. CTRL+O (Open a saved console)
83. CTRL+N (Open a new console)
84. CTRL+S (Save the open console)
85. CTRL+M (Add or remove a console item)
86. CTRL+W (Open a new window)
87. F5 key (Update the content of all console windows)
88. ALT+SPACEBAR (Display the MMC window menu)
89. ALT+F4 (Close the console)
90. ALT+A (Display the Action menu)
91. ALT+V (Display the View menu)
92. ALT+F (Display the File menu)
93. ALT+O (Display the Favorites menu)
94. MMC Console Window Keyboard Shortcuts
95. CTRL+P (Print the current page or active pane)
96. ALT+Minus sign (-) (Display the window menu for the active console window)
97. SHIFT+F10 (Display the Action shortcut menu for the selected item)
98. F1 key (Open the Help topic, if any, for the selected item)
99. F5 key (Update the content of all console windows)
100. CTRL+F10 (Maximize the active console window)


*Sumber

Tuesday, 31 July 2012

Mencegah Laptop Overheat

Apakah anda memiliki laptop atau notebook yang umurnya sudah sekitar satu tahun atau lebih? Coba perhatikan pada saat anda menggunakan laptop atau notebook anda, saat anda gunakan laptop selama beberapa jam apakah anda merasakan panas yang terus meningkat pada laptop atau notebook anda? Jika anda merasa begitu segera matikan dan istirahatkan laptop anda, begitu mungkin yang biasa anda lakukan.

Mencegah Laptop Overheat

Fan atau kipas pada laptop sebenarnya bukan hanya untuk mendinginkan processor ataupun laptop yang anda gunakan melainkan sudah terkenal dan mungkin banyak yang tahu kegunaannya untuk mengumpulkan kotoran, debu, dan bahan kimia lainnya yang beterbangan di udara.


Ada beberapa hal yang akan saya sarankan dalam artikel ini untuk membantu anda mengurangi masalah panas atau overheat dan menjaga laptop atau komputer anda agar tetap memiliki kinerja yang baik.

Cooling Fan Laptop

Sistem ventilasi pada laptop berada di tempat ya bisa dibilang aneh menurut saya, seperti dibawah laptop, di sisi, dan kadang terletak di samping keyboard.

  1. Masukan laptop anda pada rak pendingin (bentuknya mirip oven). Memungkinkan laptop anda untuk bernafas lebih baik dan mengeluarkan aliran udara dalam mannor yang lebih efektif untuk sistem ventilasi pembuangan udara yang dibawah.
  2. Gunakan kaleng udara pada ventilasi anda setiap beberapa bulan sekali misalkan 2 atau 3 bulan sekali. Ini akan membantu membuang debu dan mencegah kotoran menyumbat bagian dalam laptop atau komputer anda.
  3. Jangan menggunakan laptop apalagi ditinggal pergi laptopnya di tempat tidur atau di sofa. Karena ventilasi udara pada laptop anda tidak dapat melakukan pekerjaannya dengan baik dan tentunya laptop anda akan terus panas karena tidak ada ruang untuk membuang udara panas yang dihasilkan laptop.
  4. Hindari merokok di dekat laptop. Hal ini akan menyebabkan nicoteine ​​menempel pada fan laptop anda dan tentu saja dapat merusaknya. Dan jika kipas tersebut rusak apalagi terbakar maka laptop anda tidak akan pernah bisa mendinginkan laptop itu sendiri.
  5. Menggunakan Cooling Pad laptop. Saya menggunakannya di laptop saya dan saya telah melihat peningkatan signifikan dalam kinerja ketika saya menggunakan aplikasi.
  6. Masuklah ke mode siaga (Sleep) bila anda tidak menggunakannya. Semakin sedikit komputer aktif, lebih sedikit panas yang dihasilkan dan mencegah dari overheat.

Saya telah melihat banyak komputer dan laptop rusak terbakar karena masalah dengan ventilasi. Menghindari resiko dapat menjaga laptop juga komputer anda agar tetap dalam kondisi yang sangat baik dan dapat bertahan selama bertahun-tahun bahkan sampai tahun yang akan datang. Semoga tips ini bisa bermanfaat untuk anda pemilik dan pengguna laptop dan PC juga tentunya.

Monday, 30 July 2012

Repair BadSector

Repairing Hardisk

Kali ini saya akan memberi sedikit tips bagaimana cara memperbaiki atau me-Repair BadSector pada hardisk, karena sering sekali hardisk terkena BadSector dan tanpa disadari bahwa badsector yang sudah menempel pada hardisk akan bertambah jika kita diamkan saja. Untuk memeriksa apakah hardisk kita ada badsectornya atau tidak anda bisa memeriksanya dengan Checkdisk.

Bagaimana hardisk bisa terkena badsector? Berikut ini salah satu penyebab hardisk terkena badsector.
  • Kabel data jelek atau sudah tidak layak pakai.
  • Power Supply kurang bagus atau beban dari power supply tidak sesuai dengan beban PC.
  • Tegangan Listrik tidak stabil atau naik turun. Disarankan menggunakan Stabilizer/Stavol.
  • Hardisk pernah jatuh.
Saya akan membantu memberikan solusi untuk anda yang mungkin baru mengalami badsector pada hardisk anda.
  • Kabel data usahakan agar selalu bagus 6 atau 12 bulan sekali ganti.
  • Power Supply usahakan kabel power untuk hardisk tidak ada sambungan dengan kabel lain. Lebih bagus lagi Power Supply menggunakan yang Pure 500W, tetapi jika anda menggunakan hardisk 1TB (Terrabytes) saya sarankan menggunakan Power Supply yang Pure 1000W agar listrik yang dialirkan lebih stabil.
  • Jika anda suka lepas pasang hardisk alangkah baiknya jika bepergian hardisk dimasukan kedalam tas atau tas kecil agar terhindar dari kecelakaan hardisk jatuh.
Jika semua tips diatas sudah anda coba dan ternyata hardsisk anda terkena badsector misalkan 4Kb silahkan anda coba menggunakan HDD Regenerator atau Flobo Hardisk Repair. Silahkan anda coba salah satu yang menurut anda bagus yang mana, 2 software tersebut adalah software yang biasa saya gunakan untuk merepair hardisk badsector atau hardisk yang tiba-tiba hilang partisi nya. Jika anda belum tau cara melakukan partisi hardisk anda bisa baca artikel cara partisi menggunakan fdisk dan jika anda bingung untuk memilih sistem partisi pada hardisk silahkan baca juga tentang NTFS Vs FAT.

Sekian dulu tips dan informasi tentang repair badsector yang bisa saya berikan saat ini, semoga tips diatas bisa menambah ilmu komputer kita dan bermanfaat untuk kita semua khususnya untuk para pemula yang ingin belajar komputer.

Wednesday, 18 July 2012

Install Windows 7 Dengan Flasdisk

Install Windows 7 Menggunakan Flashdisk

Apakah sudah ada yang tahu bagaimana cara install windows 7 atau vista menggunakan flasdisk? Jika masih ada yang belum tahu saya akan memberikan sedikit tips untuk anda bagaimana caranya install windows menggunakan flashdisk.


Baiklah, langsung saja mari kita mulai. Pertama bahan yang diperlukan harus disiapkan terlebih dahulu.

1. Flashdisk ukuran 4GB
2. PC dengan OS Windows 7 yang masih sehat.
3. CD/DVD Windows 7

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah masuk Command Prompt. Setelah anda masuk command prompt lakukan cara seperti dibawah ini.

1. Ketikan perintah diskpart lanjut dengan menekan Enter, hasilnya akan tampil seperti ini.

Proses awal diskpart

2. Setelah lalu anda lanjut dengan mengetik perintah list disk. Anda akan melihat beberapa disk yang tampil.

Proses kedua diskpart

3. Setelah itu lihat pada List Disk apakah flashdisk anda terbaca atau tidak. Jika terbaca lanjut dengan mengetikkan perintah select contoh select disk 3.

Proses ketiga diskpart

4. Lalu lanjut dengan mengetik perintah clean. Nanti akan muncul tulisan seperti dibawah ini.
Diskpart succeeded in cleaning the disk.

5. Lanjut dengan membuat partisi baru, caranya ketikkan perintah create partition primary. Nanti muncul tulisan seperti ini.

Diskpart succeeded in creating the specified partition.

6. Lalu pilih partisi yang sudah tadi anda buat, dengan ketikkan perintah select partition 1.
Partition 1 is now the selected partition.

7. Jangan lupa untuk mengaktifkan partisi yang tadi sudah dibuat dan dipilih, caranya dengan ketik perintah active. Jika tidak di aktifkan maka prosesnya akan gagal.
DiskPart marked the current partition as active.

8. Jika flashdisk yang tadi di partisi sudah aktif, langkah selanjutnya adalah melakukan Formating. Ketikkan perintah format fs=fat32 quick. *Quick = Agar proses Formating cepat.
DiskPart successfully formatted the volume.

9. Proses selanjutnya ketikkan perintah assign letter=X setelah formating selesai.
DiskPart successfully assigned the drive letter or mount point.

10. Jika sudah selesai semua proses diatas lalu exit.
Leaving DiskPart...

Exiting Diskpart

*Catatan : Hati-hati saat anda menggunakan perintah Select Disk, pastikan bahwa Disk yang terpilih adalah Flashdisk yang akan digunakan.

Langkah selanjutnya adalah memasukan file instalasi ke Flashdisk.

1. Masih tetap di command prompt.

2. Masukkan CD/DVD Installasi Windows 7 atau Vista.

3. XCOPY F:\*.* /s/e/f Z:\

"F" adalah letak DVDRom anda atau tempat file yang akan kita copy yaitu CD Installasi Windows 7 atau Vista.
Dan "Z" adalah tempat hasil Copy-an dari CD/DVD Installasi Windows 7 atau Vista yaitu Flashdisk.

"F"  bisa saja berbeda-beda berhubung di komputer saya drive untuk ROM ada  "F"  maka saya gunakan  "F". Anda sesuai kan saja Drive ROM anda pada saat membuat instalasi ini.

4. Tunggu hingga proses selesai.

Jika sudah selesai, anda bisa langsung mencobanya Booting Menggunakan Flashdisk. Demikian tips yang dapat saya berikan, semoga tips ini bermanfaat.

Sunday, 15 July 2012

Mengembalikan Folder karena Virus

Apakah anda pernah mengalami kejadian folder hilang karena virus? Saya akan memberikan sedikit tips mengembalikan folder yang hilang karena virus, tips ini berlaku untuk anda yang sudah pernah ataupun yang belum pernah mengalaminya.


Jika anda sudah mencoba segala cara tetapi folder anda tetap tidak kembali lagi, silahkan anda coba download yang satu ini.

Setelah anda download programnya anda cukup simpan program ini di folder atau partisi yang hilang foldernya, lalu klik 2x saja nanti akan muncul tampilan seperti ini. Tekan sembarang tombol lalu tunggu sampai selesai. Jika sudah selesai maka folder anda akan muncul dengan sendirinya.


Semoga dengan program yang saya berikan ini bisa membantu mengembalikan folder anda yang hilang karena virus.

Membedakan Folder dengan Virus

Kali ini saya akan memberikan sedikit tips cara membedakan folder dengan virus, karena yang saya lihat hampir setiap virus membuat folder jadi ganda namun folder yang asli disembunyikan. Contohnya virus Folder.lnk, virus tersebut memiliki icon yang sama persis dengan icon Folder tetapi jika kita properties atau jika kita cek di windows explorer dengan mode view detail akan muncul deskripsi bahwa Folder.lnk itu ternyata bukan folder melainkan shortcut. Nah saya akan mencoba memberi tipsnya agar anda tidak mudah dikelabui oleh virus yang menyerupai folder tersebut.

Berikut adalah tips mudah yang harus anda lakukan :

1. Masuk Folder Option untuk membuka Extension File dan Hidden Files and Folder. Jika anda belum mengerti bagaimana cara membuka dan mengetahui Extension File silahkan anda baca dipostingan sebelumnya.

2. Periksa apakah di data anda atau disetiap folder data anda terdapat virus shortcut yang menyerupai folder atau tidak. Jika ada langsung saja hapus. Contohnya seperti gambar dibawah ini.


Jika sudah dihapus tetapi ternyata virus tersebut masih ada berarti komputer anda sudah terinfeksi virus.

Lalu bagaimana caranya supaya hilang virusnya? Ada 2 jawaban yang pertama install ulang windows anda dan yang kedua masuk safe mode lalu bantai semua virus yang ada disetiap folder.

Pasti anda bertanya safe mode itu apa dan bagaimana caranya agar bisa masuk safe mode. Saya akan jelaskan terlebih dahulu tentang safe mode. Safe mode yaitu mode dimana semua aplikasi termasuk driver tidak aktif dan tidak bisa dijalankan mulai dari tampilan sampai audio, jadi istilah safe mode itu adalah menjalankan windows yang hanya operating sistem nya saja tanpa ada driver atau service windows yang berjalan.

Cara agar anda bisa masuk kedalam safe mode adalah pada saat booting anda cukup tekan F8 setelah tampilan bios, nanti akan muncul tampilan dengan berbagai macam menu. Pokoknya sebelum ada tampilan windows loading, jika anda kurang cepat maka tampilan menu untuk masuk safe mode tidak akan keluar.

Bagaimana tips yang saya berikan, apakah cukup jelas? Semoga tips membedakan folder dengan virus yang saya berikan ini jelas dan bermanfaat untuk anda.

Friday, 13 July 2012

Download Video Youtube Tanpa Downloader

Bagaimana cara download video dari youtube tanpa downloader? Saya beri tips bagaimana caranya untuk anda yang ingin coba download tanpa downloader. Kadang ada kan warnet yang tidak mengijinkan anda menginstall aplikasi? Nah, kalo begitu mari kita mulai saja bagaimana caranya download video youtube tanpa downloader.


1. Buka youtube dulu, lalu cari video yang ingin anda download, lalu copy link address yang ada di address bar di browser anda seperti gambar dibawah ini.

Download Video Youtube

2. Setelah itu buka keepvid.com lalu paste kan link yang tadi sudah kita copy seperti gambar dibawah ini.

Download Video Youtube

3. Jika sudah di paste pilih Download. Bukan tulisan Download yang dibawahnya ya.. Tapi yang dijajaran dengan kolom untuk paste link video. Syarat utama agar bisa download video di keepvid ini adalah anda harus memiliki aplikasi Java Runtime Environtment. Silahkan Download Java Runtime Environtment 32Bit jika anda belum memilikinya. Jika anda menggunakan Windows 64Bit anda juga bisa Download Java Runtime Environtment 64Bit dari sini.

4. Setelah pilih Download. Nanti akan muncul konfirmasi dari Java, pilih aja Yes atau Allow. Nanti akan muncul tampilan seperti dibawah ini.

Download Video

5. Selesai sudah. Silahkan tinggal pilih anda mau mendownload dalam format FLV, MP4 atau MP3.

Sekian tips dari saya semoga bisa bermanfaat untuk anda. :D

Sunday, 1 July 2012

Mempercepat Browsing

Bila komputer anda terhubung dengan internet saya akan memberikan tips mempercepat browsing.
Mungkin ada beberapa cara agar kita bisa browsing atau menjelajahi dunia internet dengan cepat, disini saya akan memberikan salah satu tips agar kita bisa browsing lebih cepat dari biasanya.

Pertama anda buka menu regedit. Jika ada yang belum mengerti tentang regedit atau registry editor silahkan baca dipostingan sebelumnya.

Kedua masukan kode dibawah ini. Lokasi penempatan HARUS SAMA.

Windows Registry Editor Version 5.00 
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Dnscache\Parameters]
"CacheHashTableBucketSize"=dword:00000001
"CacheHashTableSize"=dword:00000180
"MaxCacheEntryTtlLimit"=dword:0000fa00
"MaxSOACacheEntryTtlLimit"=dword:0000012d

Ketiga, jika mau cepat anda cukup buka Notepad lalu CoPas data diatas.
Keempat, Pilih Save As dan beri nama dnscache.reg. Lalu Klik 2x untuk mengaktifkannya.

Gimana, gampang kan? Gampang lah tinggal CoPas aja trus bikin ekstensionnya jadi .reg . Yang belum tau ekstension itu apa, jangan ragu untuk baca mengenal ekstensi file di postingan sebelumnya. Terima kasih dan Selamat Mencoba.


*Source : FreePCTech